Bangsa yang mengingat

OrBa bukanlah rezim individual dalam satu tangan orang, melainkan kumpulan kekuatan negara dan sosial yang saling bersinergi untuk membangun sebuah sistem politik masif nan otoriter. Pemahaman historis ini mulai hilang dibenak publik seiring berjalannya waktu, OrBa menyelinap dengan senyap ke dalam demokrasi Indonesia yang sudah lebih transformatif. Alhasil, sadar atau tidak kultur OrBa yang hadir dalam dinamika demokrasi negara hari ini mulai menunjukan gelagatnya seperti 23 tahun silam.

Indonesia pasca reformasi menjadi ahistoris sehingga dalam kancah politik sebagian publik lebih asik bergelayut dalam ranah eksistensial-personal daripada historis-intelektual. Oleh sebab itu, tak mengherankan bila dalam situasi politik hari ini keberpihakan pada oknum politik tertentu lebih besar dari pada berpikir kritis-historis. Ini menandakan bahwa kita sebagai sebuah bangsa sulit mengingat, khususnya narasi yang buruk dan traumatis.


menolak lupa tapi rada lupa


Comments